Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan dengan buah hati Anda untuk mengenalkan mereka dengan alam, diantaranya : 1. Ajak menyirami tanaman. 2. Biarkan anak bermain tanah dan mulai bereksperimen dengan biji 3. Secara rutin giring anak ke kebun raya. Adakan pesta kecil-kecilan atau sekadar makan siang di kebun raya atau taman kota. 4. Biasakan membuang sampah pada tempatnya. 5. Buatlah hari menanam yang melibatkan seluruh keluarga. 6. Buat pot dengan nama masing-masing anggota keluarga. Mereka harus menjaga agar tanaman tetap tumbuh. 7. Ajak anak-anak menjelajah alam. Buat rute sederhana dengan beberapa pos perhentian yang diisi dengan aktivitas menyenangkan. Jelajah alam ini bisa di sekitar rumah dengan melibatkan anak-anak lain.
Semoga tips di atas bisa merekatkan Anda dan buah hati Anda. Happy Family
Sebentar lagi lebaran... Saatnya beres-beres untuk persiapan mudik ke kampung halaman. Agar mudik Anda terasa nyaman dan aman, ada baiknya Anda memperhatikan tips-tips berikut ini :
Bagi warga yang tinggal di kompleks perumahan, pastikan pengaturan satpam. Hal itu bisa dikoordinasikan dengan manajemen kompleks.
Bagi yang tinggal di luar kompleks, upayakan berkoordinasi untuk mengaktifkan pelaksanaan keamanan lingkungan atau setidak-tidaknya menitipkan rumahyang akan ditinggal kepada tetangga atau RT/RW setempat.
Catat nomor telepon tetangga terdekat untuk jaga-jaga. Jangan lupa meninggalkan nomor kontak yang bisa di hubungi kepada tetangga agar mereka bisa menghubungi kita jika ada hal penting.
Pastikan pintu rumah dan jendela-jendela terkunci selama ditinggalkan.
Nyalakan lampu di bagian luar rumah agar memudahkan pengawasan di malam hari.
Untuk mencegah kebakaran, jangan lupa mematikan kompor, peralatan listrik, kompor gas dan benda-benda lain yang bisa menimbulkan api.
Tahukah anda, setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Di bawah ini ada 8 macam kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Apa sajakah itu ?
KECERDASAN BAHASA
Ciri-cirinya :
1.Senang menggunakan bahasa lisan seperti berbicara, bercerita atau berdebat.
2.Senang menggunakan bahasa tulisan seperti menulis puisi, karangan, surat dan lain-lain.
3.Senang bermain kata seperti teka-teki kata.
4.Cepat menangkap maksud bahasa lisan yang disampaikan.
5.Suka membaca
6.Suka belajar bahasa asing
7.Mempunyai perbendaharaan kata yang banyak
Anak yang mempunyai kecerdasan bahasa, kelak adalah calon Ahli Pidato, Pengacara, Politikus, Ahli Humas, Penulis, Wartawan, Guru bahasa Asing dan sebagainya.
KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA
Ciri-cirinya :
Suka berpikir dan kritis
Menyukai ilmu pengetahuan dan angka
Suka bertanya dan mencari jawaban dari pertnyaan itu
Suka bereksperimen]
Suka memecahkan masalah atau teka-teki
Senang permainan yang menggunakan strategi
Anak yang mempunyai kecerdasan Logika Matematika, kelak adalah calon Akuntan, Bankir, Ahli Komputer, Insinyur, Dokter, Ilmuwan (ahli Matematika, Fisika, Biologi, Geologi, Astronomi)
KECERDASAN MUSIK
Ciri-cirinya :
Suka menyanyi
Suka memainkan alat musik
Suka bersenandung
Suka mendengarkan musik
Mudah mengingat melodi dan nada
Mengingat fakta-fakta lewat lagu
Suka menghentakkan kaki atau tangan saat mendengarkan irama
Anak yang mempunyai kecerdasan musik, adalah calon Dirigen, Penulis lagu, Penyanyi, Produser Musik, Guru Musik, Musisi, Penata Suara Film, Periset Musik.
KECERDASAN SPASIAL VISUAL / KECERDASAN GAMBAR
Ciri-cirinya :
Suka menggambar atau corat coret
Mudah membaca peta
Senang menonton film atau video
Senang melihat foto dan gambar
Tipe ini adalah calon Arsitek, Perancang Mode, Perancang Interior, Sutradara Film, Pilot, Perancang Kota, Ahli Periklanan.
KECERDASAN KINESTETIK / KECERDASAN OLAH TUBUH
Ciri-cirinya :
Suka berolah raga
Suka melakukan suatu kegiatan secara aktif
Tidak suka duduk berdiam diri
Terampil membuat kerajinan tangan atau bekerja dengan tangan
Luwes dalam menari
Senang berakting
Bergerak sambil berpikir
Anak yang mempunyai kecerdasan Kinestetik adalah calon Atlit, Aktor / Aktris, Koreografer, Dokter gigi, Dokter Bedah, Penata Rambut, Pengrajin, Ahli Mekanik.
Lebih suka melakukan kegiatan bersama ketimbang sendirian
Anak yang mempunyai kecerdasan Interpersonal adalah calon Manajaer, Pemimpin Bisnis, Psikolog, Ahli Humas, Pembicara Publik, Wartawan, Kepala Sekolah, Pekerja Sosial, Pembawa Acara.
KECERDASAN INTRAPERSONAL / KECERDASAN MEMAHAMI DIRI SENDIRI
Ciri-cirinya :
Suka merenung
Lebih suka bekerja sendirian ketimbang bersama orang lain
Menjunjung tinggi kepercayaan / prinsipnya
Mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya
Senang membuat catatan harian dan menuliskan ide-ide atau kenangan pribadinya
Mempunyai tujuan dan dapat memotivasi diri sendiri untuk mencapai tujuan tersebut.
Anak yang mempunyai kecerdasan Intrapersonal adalah calon Pengusaha, Penemu, Filsuf, Guru, Penulis, Pemimpin (Bisnis, Politik, Sosial), Profesor dan lain sebagainya.
KECERDASAN NATURAL / KECERDASAN ALAM
Ciri-cirinya :
Tertarik pada binatang dan suka memelihara hewan
Suka tanaman dan berkebun
Peduli pada alam dan lingkungan
Senang ke taman, kebun binatang, berkemah, mendaki di alam atau mengunjungi museum
Suka mengoleksi batu-batuan, daun-daun kering, dan benda-benda alam lainnya
Suka memasak
Anak yang mempunyai kecerdasan Natural adalah calon ahli Arkeologi, Ahli Astronomi, Ahli Biologi, Ahli Botani, Ahli Geologi, Ahli Msak, Dokter Hewan, dan lain sebagainya.
Berikan tempat belajar yang nyaman, seperti meja belajar khusus atau satu sudut dengan karpet atau tikar yang berjudul sudut belajar.
Bantulah anak menata dan mengatur alat-alat belajarnya dengan rapi dan gampang terjangkau.
Anda dapat menyediakan jam dan alarm khusus atau lonceng untuk menandai waktu belajar.
Pada saat anak belajar, anda harus mendampingi atau juga melakukan kegiatan belajar.
Bantulah mencari dan menyiapkan alat tulisnya. Jangan biarkan ia frustrasi sebelum belajar lantaran kesulitan mencari / meraut alat tulis agar nyaman dipakai. Milikilah cadangan alat tulis sehingga anda dapat segera mengganti alat tulis anak yang hilang.
Jika anak suka, sediakan tape recorder untuk mendengarkan musik edukatif yang menemani anak belajar.
Berikan pengertian tentang sikap belajar yang sehat, seperti cara duduk dan cara membaca.
Lakukan selingan yang menyenangkan ketika anak jenuh, seperti bernyanyi, bermain musik, bercerita, atau membuat origami.
Belikan buku-buku penunjang yang baik.
Sediakan hadiah kecil setiap kali anak menyelesaikan belajarnya dengan baik, seperti sebutir permen, segelas jus, pensil yang manis, es krim atau cerita.
Jangan lupa membiasakan berdo’a sebelum dan sesudah belajar.
Hal-hal yang harus di waspadai dapat mengganggu konsentrasi anak dalam belajar.
Anak belajar dengan gelisah
Suasana lingkungan yang berisik
Ruangan yang berantakan
Anak sedang kelelahan, lapar dan haus
Anak kurang sehat
Anak tidak memiliki ketrampilan belajar yang efektif
Berikan makanan yang bervariasi baik jenis maupun warnanya.
Penampilan yang menarik akan membuat anak tertarik untuk mencicipi. Cetaklah nasi dengan berbagai bentuk. Hiasi dengan saus tomat untuk membuat mata, hidung, dan mulut. Rasa lezat membuat anak tetap memakannya setelah mencicipi.
Libatkan anak untuk menyusun menu atau memilih makanan.
Libatkan anak untuk memasak / menyiapkan makanan.
Anak yang diajak mencuci, mengupas atau memotong wortel, kemungkinan besar akan mau memakan wortel tersebut.
Berceritalah pada anak dengan tema makanan.
Bercerita sembari menyuap atau menemani anak makan.
Membuat suasana makan menjadi menyenangkan seperti dengan membentangkan alas bercorak kotak-kotak dilantai seolah-olah sedang piknik.
Melibatkan anak untuk menentukan porsi makannya
Jangan memarahi anak sebelum atau saat makan karena akan mengikis selera makannya.
Untuk anak balita, sediakan peralatan yang tidak mudah pecah sehingga anda tidak perlu cerewet memperingatkan “keselamatan” alat-alat makanan.
Jangan terlalu sibuk mengomentari kebersihan dan kerapian saat anak makan.
Strategi membimbing anak agar rajin mengerjakan tugas sekolahnnya : 1. Mulailah dengan Camilan Jangan harap anak anda dapat berkonsentrasi mengerjakan tugas bila perutnya kosong. Sepulang sekolah anak biasanya merasa lapar. Selama perjalanan pulang anda bisa memberikan camilan yang sehat. Sesampainya di rumah ia telah siap mengerjakan PR. 2. Jadikan Rutinitas Tanyakan serta tentukan waktu yang teratur untuk mengerjakan PR. Waktu ini merupakan kesepakatan Anda dan anak. Tentukan pula jadwal cadangan untuk hari-hari dimana anak harus les. 3. Libatkan anak sebagai peran utama Tujuan utama PR adalah untuk mengajarkan anak bertanggungjawab menyelesaikan tugas yang diberikan padanya. Jika ia lupa, ingatkan untuk menghubungi teman-temannya untuk menanyakan PR yang diberikan guru di kelas. Ingatkan jika ia lupa dan jangan memarahinya. 4. Longgarkan Jadwal Aktivitasnya Bila anak merasa jadwal les atau ekstrakurikuler disekolah begitu padat, maka biarkan anak memilih. Apakah ada kegiatan yang ingin dikuranginya atau keputusan lainnya sesuai dengan kesepakatan bersama antara anak dan anda. 5. Hindari jeda Berikan semangat agar anak menyelesaikan terlebih dahulu PR-nya, sebelum menyentuh mainan atau lainnya, meski untuk beristirahat. Fokus anaka akan terpecah sehingga mengganggu pekerjaannya dan penyelesaian tugas menjadi dilalaikan atau di tunda-tunda.