Tampilkan postingan dengan label TEROPONG IMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEROPONG IMAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2009

Cara Mewujudkan Doa Anda Lebih Cepat


Sudahkah Anda berdoa dengan benar? Inilah Cara mewujudkan doa Anda lebih cepat.

“Ketika Anda berdoa, libatkan perasaan Anda.
Rasakanlah seolah-olah doa Anda sudah terkabul”

Mengutip sabda Allah SWT dari riwayat Ibnu Husain, “Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan niat dan harapan seluruh makhluk-Ku”

Gregg Braden dalam bukunya Divine Matrix menjelaskan “Ketika Anda berdoa, libatkan perasaan Anda. Rasakanlah seolah-olah doa Anda sudah terkabul. Karena persaan adalah dasar dari semua unsure ciptaan. Tetapi bukan sembarang perasaan, melainkan perasaan tulus bebas dari rasa takut tidak terkabulnya doa Anda.

“Tujuan doa adalah untuk diikhlaskan atau diserahkan kepada Tuhan. Bukan supaya kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Langkah-langkah Goal Praying (aktivitas berDOA) adalah :
a. Direction – Meminta
Kepada yang Maha Kuasa kita memohon sesuai kebutuhan.
b. Obedience – Saling meyakinkan
Antara pikiran dan perasaan agar sesuai dan sinkron tidak berlawanan antara yang diinginkan dengan yang dirasakan sehari-hari.
c. Acceptance – Menerima yang sedang dan akan terjadi sesuai kehendak-Nya
Syarat utama terkabulnya doa adalah adanya kesesuaian hati dan pikiran terhadap keyakinan akan terkabulnya doa-doa. Kita harus dalam kondisi perasaan menerima tanpa syarat, IKHLAS. Ikhlas berarti sengaja hanya bersandar kepada Tuhan sang pencipta. Ikhlas juga berarti ikhtiar tanpa mengharap hasil dengan perasaan sudah mendapat hasil.

Ikhlaskan Masa Lalu dan Masa Depan
Seringkali kita sulit untuk sepenuhnya bersandar dan berikhlas diri. Kita sulit percaya bahwa doa kita akan mudah terkabul di masa depan. Ketakutan kita terhadap masa depan dating dari keyakinan bahwa masa lalu akan terulang dengan cara menyulitkan.

Umumnya kita menghabiskan banyak waktu berkutat dengan masa lalu dan jadi takut menghadapi masa depan walaupun kita hidup di sini dan saat ini. Kita lebih peduli pada masa lalu dan mencemari semua yang kita alami dengan pelajaran-pelajaran usang dan tidak membahagiakan. Jika perilaku kita seperti itu, bagaimana kita memandang masa depan dengan cara lain selain ketakutan?

Salah satu pemberian terindah yang dapat kita berikan kepada diri sendiri adalah memutuskan untuk tidak lagi terbelenggu masa lalu dan takut pada masa depan. Penyembuhan masa lalu dapat dilakukan dengan melepaskan masa lalu dengan kesadaran bahwa kita dapat membebaskan pikiran kita dengan memilih memaafkan semua orang yang telah menyakiti kita.

Sumber : Buletin "Quantum Ikhlas"

Minggu, 13 September 2009

Bahagia Di Hari Kemenangan


Mungkin tidak salah kalau hari raya Idul Fitri disebut hari kemenangan. Pada hari itu umat Islam benar-benar merasakan nikmat besar setelah sebulan penuh berpuasa. Bahkan orang yang tidak berpuasa pun ikut bergembira meski jelas kegembiraan mereka berbeda dengan kegembiraan orang yang berpuasa. Agar luapan kegembiraan itu tetap positif ada beberapa hal yang seharusnya kita perhatikan.
Pelaksanaan sholat 'Ied
sholat 'Ied disyariatkan pada tahun pertama hijriah. Beberapa hal terkait dengan sholat 'Ied :
  1. Memperbanyak takbir sampai menjelang khutbah sholat Idul Fitri (Hadits dari Ibnu Umar)
  2. Dianjurkan mandi (janabah) dan memakai wewangian (khusus laki-laki) dan mengenakan pakaian terbaik (HR. Al-Hakim)
  3. Makan lebih dahulu sebelum sholat Idul Fitri, tidak makan dulu sebelum sholat Idul Adha. (HR. Tirmidzi. Ibnu Majah, dan Ahmad)
  4. Keluar ke tempat sholat (tanah lapang) bila memungkinkan atau di masjid (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-hakim). Diantara hikmahnya, menunjukkan bahwa umat Islam itu banyak dan kuat.
  5. Mengajak keluar anak-anak dan perempuan, tua ataupun muda, termasuk yang sedang haidh agar mereka ikut mendengarkan khutbah (HR. Bukhari Muslim). Yang perlu diperhatikan, penampilan kaum perempuan (terutama pakaian dan dandanan) hendaknya tidak menimbulkan dampak negatif (fitnah) kepada para jama'ah.
  6. Berangkat dan pulang sholat melalui jalan yang berbeda (HR. Bukhari). Hikmahnya antara lain, agar bertemu lebih banyak orang untuk mengucapkan selamat dan saling memaafkan.
Perayaan Hari Raya
Hari itu memang dijadikan hari bahagia bagi umat Islam. Sampai-sampai puasa yang sebelumnya diwajibkan, pada 1 Syawal justru diharamkan. Hanya, hendaknya hari itu dan hari-hari sesudahnya tidak dijadikan sebagai momen "balas dendam" setelah merasa dikekang sebulan.
Hal-hal berikut kiranya diperhatikan :
  1. Saling memberi ucapan selamat. Dari Jabir Ibnu Nafir berkata bahwasanya para sahabat Rasulullah SAW. bila bertemu pada hari Idul Fitri saling mengucapkan, Taqobalallahu minna wa minkum." (semoga Allah menerima amal kami dan amal anda).
  2. Tidak merayakan hari itu dengan perbuatan maksiat. Misalnya, pergi ke tempat-tempat hiburan yang terang-terangan banyak orang bermaksiat seperti orkes dangdut, tempat-tempat wisata dan sebaganya.
  3. Tetap memperhatikan etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
  4. Tetap memperhatikan waktu-waktu sholat. Kadang-kadang karena terlalu asyik berkunjung dan berbincang-bincang dengan kerabat atau kawan kita lupa waktu sholat.
  5. Hati-hati di jalan. Sesungguhnya tergesa-gesa adalah sifat syetan.
  6. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum serta berpakaian.
  7. Memanfaatkan hari bahagia itu untuk bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan kepada orang tua, saudara, guru, kerabat, dan sebagainya.
  8. Tetap ingat dengan nasib umat Islam di belahan bumi lain yang serba kekurangan.
  9. Berpuasa syawal (6 hari di bulan syawal, tidak harus berturut-turut, tidak harus mulai tanggal 2 syawal). Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang masa".

Nah kawan...sudah siapkah menyambut hari kemenangan ? semoga ibadah puasa yang kita jalani di terima oleh Allah SWT.
Meskipun hari raya kurang seminggu lagi, saya ingin mengucapkan

"SELAMAT BERHARI RAYA IDUL FITRI"
Taqabalallahu Minna Wa Minkum

Sabtu, 22 Agustus 2009

SEMANGAT RAMADHAN


Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Inilah bulan yang bagi sebagian besar umat Islam senantiasa disambut dengan suka cita. Kegembiraan itu tentu bukan tanpa lasan, karena umat Islam berharap kemurahan pahala untuk setiap amalan ibadah dan datangnya hari Raya Idul Fitri, sebagai pertanda bahwa manusia kembali kepada kesucian diri.

Ramadhan bulan yang mulia, bulan yang menjadi pembeda sejauh langit dan bumi terhadap amaliah seseorang. Sungguh, Ramadhan adalah kenikmatan termulia yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.

Kawan ingatkah hadist-hadist yang menyatakan betapa mulianya bulan Ramadhan ? sebagaimana yang tercantum dibawah ini :
“Barangsiapa yang disampaikan kepada bulan Raadhan maka sesungguhnya ia telah beroleh nikmat yang amat besar. Dan barangsiapa yang diberikan kemudahan beramal di bulan Ramadhan maka sesungguhnya ia telah diperjalankan menuju keselamatan dunia akhirat.”
Oleh karena itu sepatutnyalah kita bersyukur hari ini bisa menjumpai bulan Ramadhan. Bukankah banyak saudara-saudara kita yang tidak berkesempatan berjumpa dengan Ramadhan sehingga Ramadhan tahun lalu sebagai yang terakhir dalam hidupnya. Atau menjalani Ramadhan dalam keadaan tidak bisa mengoptimalkan beribadah, karena sakit di rumah sakit.

Nikmat itu menjadi karunia jika kita bisa mempergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya, nikmat itu akan menjadi laknat Allah jika kita lalai dan mengkufurinya.
Bayangkan wahai kawan, jika sampai akhir bulan Ramadhan dosa-dosa kita belum terampuni karena kelalaian kita sendiri. Kapan lagi kita sanggup menghapus dosa-dosa. Jika dalam bulan penuh rahmat dan ampunan saja kita tak mampu membersihkan diri.

Apabila bulan Ramadhan belum bisa menaikkan kita pada derajat yang lebih tinggi, kapan lagi kita akan meraihnya. Sementara tidak ada bulan yang lebih baik, yang memberikan berlipat-lipat pahala untuk setiap kebaikan, selin bulan Ramadhan. Sementara kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.

Lihatlah wahai kawan, kesalahan yang diulang-ulang setiap Ramadhan. Ketika setiap insan merasa cukup hanya dengan puasa saja, shaf-shaf sholat tarawih dan sholat wajib di Masjid semakin lama semakin berkurang. Bisikan syahwat seakan mengajak untuk malas melakukan ibadah.

Kawan…kita ketahui bahwa rangkaian ibadah yang kita lakukan dimulai dari Tahjjud, Sholat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Tarawih, I’tkaf memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an. Mungkin bagi yang tidak terbiasa akan membutuhkan energi yang amat besar. Dan kita bisa lihat apakah kita akan lebih semangat menjalaninya atau mengikuti bisikan-bisikan untuk bermalas-malasan.

Kawan…mari kita menumbuhkan semangat diri dalam mengisi bulan yan mulia ini dengan ibadah yang konsisten , janganlah menjadi pribadi yang bermalas-malasan. Sebagaimana yang kita ketahui. yang kuat-kuat fisik, yang terbiasa tidur dikasur empuk, yang terbiasa duduk didepan televisi, biasanya malah menyerah tidak lebih dari hari ke sepuluh bulan Ramadhan dan yang tersisa hanyalah ibadah puasa dan sholat wajib, itupun tidak tepat waktu. Ironisnya, di masjid-masjid kita lihat, yang tersisa hanya para lansia yang tangan dan kakinya sudah bergemetaran. Sementara yang muda dan yang masih dikaruniai kekuatan, dimanakah mereka ?

Kawan … Ramadhan adalah kesempatan kita melihat diri dan kehidupan ini lebih jernih. Ambillah jeda dari kesibukan dunia, sebisa mungkin, apapun alasannya. Mari kita perbanyak tafakkur, mari kita beri;tikaf, hadapkan hati kepada Allah SWT. Mari kita renungi perjalanan hidup kita. Mari kita hadirkan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat agar hati kita bergetar dan dengan begitu jiwa kita akan terbawa pada taubatan nasuha. Mari kita perbanyak dzikir hingga hati merasa tentram. Mari kita kita lkukan ibadah dengan konsisten dengan diiringi semangat yang tinggi.

Kawan … hari Ramadhan akan terus berkurang. Detik-detik waktu akan terus berjalan mendekati hilal bulan syawal, pertanda akhir Ramadhan. Saat itulah kita akan menitikkan air mata. Air mata syukur kepada-Nya atas nikmat Ramdhan. Air mata taubat atas banyak waktu di bulan Ramadhan yang di sia-siakan. Air mata do’a semoga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, dan air mata do’a mudah-mudahan jiwa kita telah menjadi fitri dan terangkat pada derajat yang tinggi.

Kawan … mari kita sambut Ramadhan dengan penuh suka cita, mari kita tumbuhkan semangat yang tinggi untuk menjalani puasa di bulan Ramadhan dan berlomba-lomba mengisi dengan amalan ibadah.

Dengan hati yang tulus ikhlas, ijinkanlah saya menghaturkan SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN, BULAN YANG PENUH AMPUNAN…
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA…
SEMOGA ALLAH SWT MENGAMPUNI SEGALA DOSA KITA DAN MENEMPATKAN DIRI KITA DENGAN DERAJAT YANG LEBIH TINGGI…

MARHABAN YAA… RAMADAHAN….MARI KITA RAIH KEBERKAHAN RAMADHAN….

7 KEAJAIBAN DUNIA


Suatu hari saya membaca sebuah artikel yang mampu menggelitik hati saya. Artikel tersebut berhasil menyadarkan saya bahwa ada 7 keajaiban dunia yang tak pernah terlintas dipikiran saya yang patut untuk kita syukuri. Mungkin kawan-kawan juga merasakan seperti apa yang saya rasakan setelah membaca artikel di bawah ini.

7 KEAJAIBAN DUNIA

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari TUJUH KEAJAIBAN DUNIA. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka piker merupakan 7 Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi sebagai beriku :
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar. Seorang gadis pendiam yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Kemudian sang guru bertanya kepada gadis tersebut apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya “Keajaiban itu”.
Sang guru berkata, “Baik, katakana pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya”.
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “7 Keajaiban Dunia” itu adalah :
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa menyayangi
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa
7. Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya :”Keajaiban” Sementara kita lihat lagi semua yang telah Allah karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”

Nah…bagaimana perasaan kawan setelah membaca artikel di atas ? Apa yang kawan rasakan ? apakah panas dingin ? apakah tertawa ? apakah menangis ?

Selasa, 18 Agustus 2009

10 TIPS SUKSES DI SAYANG ALLAH


1. Benahi niat ikhlasmu
2. Jadikan Allah No.1
3. Tempatkan Allah di hatimu
4. Rajin shalat dan ibadah lainnya
5. Jauhi semua yang Allah benci
6. Sering-seringlah berdoa
7. Buang semua penyakit hati, seperti iri, sombong, pamer dll
8. Selalu berprasangka baiklah kepada Allah
9. Berbuat baik kepada manusia
10. Berbuat baik pada alam

Sabtu, 27 Juni 2009

ORANG YANG TIDAK DILIHAT ALLAH DI HARI KIAMAT


Di hari kiamat ada 3 golongan yang tidak dilihat (diperhatikan) oleh Allah SWT. Mereka adalah pemimpin yang Zhalim (diktator), orang miskin yang sombong, dan seorang yang sudah tua yang berzina. (HR. Tirmidzi)

SHADAQAH PENGHAPUS KESALAHAN DIRI


Shadaqah itu memadamkan (menghapus) kesalahan sebagaimana air yang memadamkan api. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

AMAL YANG KALI PERTAMA DI HISAB


Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Nanti Allah akan berfirman kepada para malaikat, “periksalah shalat hamba-Ku. Cukup atau Kurang ?. Jika sudah cukup catatlah. Tetapi jika kurang, periksalah lagi apakah hambaku itu mempunyai amal shalat sunah ? Jika ia mempunyai amal shalat sunah, kekurangan yang ada pada shalat fardhunya akan di tambah dengan shalat sunahnya itu.” Setelah itu barulah amalnya dihisab. (HR. Abu Dawud)

Jumat, 26 Juni 2009

TEROPONG IMAN


6 hal yang membuat Mukmin khawatir
Usman Bin Affan r.a. berkata, "ada 6 kekhawatiran pada diri seorang mukmin".
1. Khawatir Allah melepaskan imannya
2. Khawatir malaikat mencatat sesuatu yang membuatnya terhina di hari kiamat
3. Khawatir setan merusak amal perbuatannya
4. Khawatir malaikat maut mencabut nyawanya secara mendadak
5. Khawatir dunia memperdayakannya dan membuatnya lupa akan akhirat
6. Khawatir keluarga membuat ia sibuk sehingga lupa kepada Allah SWT

TEROPONG IMAN


"Barangsiapa diantara kalian yang telah kami tunjuk untuk mengurus suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan sehelai benang atau lebih, maka ia akan menjadi rantai belenggu yang akan di datangkan bersamanya kelak di hari kiamat." (HR Muslim)
 

MAMIK STORY