Minggu, 13 September 2009

Bahagia Di Hari Kemenangan


Mungkin tidak salah kalau hari raya Idul Fitri disebut hari kemenangan. Pada hari itu umat Islam benar-benar merasakan nikmat besar setelah sebulan penuh berpuasa. Bahkan orang yang tidak berpuasa pun ikut bergembira meski jelas kegembiraan mereka berbeda dengan kegembiraan orang yang berpuasa. Agar luapan kegembiraan itu tetap positif ada beberapa hal yang seharusnya kita perhatikan.
Pelaksanaan sholat 'Ied
sholat 'Ied disyariatkan pada tahun pertama hijriah. Beberapa hal terkait dengan sholat 'Ied :
  1. Memperbanyak takbir sampai menjelang khutbah sholat Idul Fitri (Hadits dari Ibnu Umar)
  2. Dianjurkan mandi (janabah) dan memakai wewangian (khusus laki-laki) dan mengenakan pakaian terbaik (HR. Al-Hakim)
  3. Makan lebih dahulu sebelum sholat Idul Fitri, tidak makan dulu sebelum sholat Idul Adha. (HR. Tirmidzi. Ibnu Majah, dan Ahmad)
  4. Keluar ke tempat sholat (tanah lapang) bila memungkinkan atau di masjid (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-hakim). Diantara hikmahnya, menunjukkan bahwa umat Islam itu banyak dan kuat.
  5. Mengajak keluar anak-anak dan perempuan, tua ataupun muda, termasuk yang sedang haidh agar mereka ikut mendengarkan khutbah (HR. Bukhari Muslim). Yang perlu diperhatikan, penampilan kaum perempuan (terutama pakaian dan dandanan) hendaknya tidak menimbulkan dampak negatif (fitnah) kepada para jama'ah.
  6. Berangkat dan pulang sholat melalui jalan yang berbeda (HR. Bukhari). Hikmahnya antara lain, agar bertemu lebih banyak orang untuk mengucapkan selamat dan saling memaafkan.
Perayaan Hari Raya
Hari itu memang dijadikan hari bahagia bagi umat Islam. Sampai-sampai puasa yang sebelumnya diwajibkan, pada 1 Syawal justru diharamkan. Hanya, hendaknya hari itu dan hari-hari sesudahnya tidak dijadikan sebagai momen "balas dendam" setelah merasa dikekang sebulan.
Hal-hal berikut kiranya diperhatikan :
  1. Saling memberi ucapan selamat. Dari Jabir Ibnu Nafir berkata bahwasanya para sahabat Rasulullah SAW. bila bertemu pada hari Idul Fitri saling mengucapkan, Taqobalallahu minna wa minkum." (semoga Allah menerima amal kami dan amal anda).
  2. Tidak merayakan hari itu dengan perbuatan maksiat. Misalnya, pergi ke tempat-tempat hiburan yang terang-terangan banyak orang bermaksiat seperti orkes dangdut, tempat-tempat wisata dan sebaganya.
  3. Tetap memperhatikan etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
  4. Tetap memperhatikan waktu-waktu sholat. Kadang-kadang karena terlalu asyik berkunjung dan berbincang-bincang dengan kerabat atau kawan kita lupa waktu sholat.
  5. Hati-hati di jalan. Sesungguhnya tergesa-gesa adalah sifat syetan.
  6. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum serta berpakaian.
  7. Memanfaatkan hari bahagia itu untuk bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan kepada orang tua, saudara, guru, kerabat, dan sebagainya.
  8. Tetap ingat dengan nasib umat Islam di belahan bumi lain yang serba kekurangan.
  9. Berpuasa syawal (6 hari di bulan syawal, tidak harus berturut-turut, tidak harus mulai tanggal 2 syawal). Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang masa".

Nah kawan...sudah siapkah menyambut hari kemenangan ? semoga ibadah puasa yang kita jalani di terima oleh Allah SWT.
Meskipun hari raya kurang seminggu lagi, saya ingin mengucapkan

"SELAMAT BERHARI RAYA IDUL FITRI"
Taqabalallahu Minna Wa Minkum

0 komentar:

Posting Komentar

 

MAMIK STORY