Tampilkan postingan dengan label TIPS FINANSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS FINANSIAL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Bagaimana Cara Menghitung BEP?


alah satu cara menilai kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (Break Even Point), yakni mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua biaya produksi yang dikeluarkan. Jika diperlukan, Anda juga bisa menghitung BEP yang baru ketika terjadi perubahan biaya tetap, misalnya karena Anda melakukan renovasi tempat usaha atau membeli peralatan kantor yang baru.

BEP bisa dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
* Harga per unit - Biaya variabel per unit = Margin kontribusi per unit
* Margin kontribusi per unit : Harga per unit = Rasio margin kontribusi
* Break Even = Biaya tetap : Rasio margin kontribusi

Sebagai contoh: Dari laporan keuangan Lilian's Donuts menunjukkan, biaya tetap usaha roti itu (dalam ribuan) adalah Rp 49.000, dan biaya variabel per 1 donat adalah Rp 0,3. Jika harga jual tiap donat Rp 1, maka setelah dikurangi biaya variabel, tiap donat menyumbang Rp 0,7 untuk menutup pengeluaran tetap.

BEP bisa diketahui dengan membagi biaya tetap dengan kontribusi tiap donat yang dijual itu, yakni Rp 49.000 : 0,7 = 70.000 donat.

Jika penjualan melampaui 70.000 donat, Lilian's Donuts memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika penjualan kurang dari 70,000, Lilian's akan mengalami kerugian.

Kita juga bisa melihat bahwa peningkatan penjualan 10.000 donat di atas BEP (sehingga menjadi 80.000 donat) akan menghasilkan keuntungan Rp 7.000, dan peningkatan 30.000 donat menjadi 100.000 donat akan menghasilkan keuntungan Rp 21.000. Di lain pihak, saat penjualan hanya 60.000 donat, Lilian's masih rugi Rp 7.000, dan pada saat penjualan baru 40.000 donat, Lilian's masih rugi Rp 21.000.

Dari contoh di atas, peningkatan penjualan 25% (dari 80.000 ke 100.000 donat) akan menghasilkan peningkatan keuntungan dari Rp 7.000 ke Rp 21.000. Hal yang sama terjadi sebaliknya, penurunan sedikit saja pada penjualan juga menghasilkan kerugian yang cukup besar.

Sumber :
http://wanitawirausaha.femina.co.id/WebForm/contentDetail.aspx?MC=001&SMC=002&AR=8

Kamis, 03 September 2009

AGAR REZEKI BERLIPAT MANFAAT


Jodoh, rezeki, dan kematian ada ditangan Allah SWT dan kita tidak akan pernah mengetahuinya. Tiap rezeki yang diberikan oleh yang kuasa tentu saja berbeda-beda. Beruntung sekali jika kita memang mendapatkan rezeki yang berlebih, tetapi bagi yang masih kurang, tentunya harus diiringi dengan usaha yang lebih giat lagi. Nah agar rezeki yang kita peroleh dapat dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi kita, ikuti tips-tips berikut ini :
1. Tetapkan visi atau cita-cita masa depan keluarga.
Visi sangat mempengaruhi gaya hidup (life style) yang ujung-ujungnya berpengaruh pada pemanfaatan dana keluarga.
2. Penuhi hak-hak harta
Dalam harta kita ada hak orang lain. Keluarkan zakatnya bila sudah mencapai nishob. Kalau belum sisihkan sebagiannya untuk infaq.
3. Buatlah prioritas kebutuhan
Tidak adanya prioritas membuat pengeluaran dana sulit dikontrol.
4. Usahakan untuk mencatat semua pemasukan dan pemgeluaran
Pencatatan mempermudah kita untuk membuat pos-pos pengeluaran.
5. Utamakan investasi (tabungan) dan hati-hati dengan utang
6. Pastikan sumber rezeki kita halal dan pengeluarannya sesuai aturan
7. Jangan lupa, Allah Maha Pemberi dan Pencabut Rezeki
Berdo’a dan bertawakal kepada-Nya setelah berusaha adalah sebaik-baik pilihan.

Sabtu, 15 Agustus 2009

10 TIPS SUKSES MENGATUR KEUANGAN


1. Bijak gunakan uangmu
2. Kontrol dan catat pengeluaran
3. Menabung! Menabung! Menabung!
4. Tentukan prioritas
5. Beli kualitas, jangan beli merek.
6. Berhemat dan alokasikan uang untuk hal lain
7. Tinggalkan window shopping. Belilah barang yang dibutuhkan saja
8. Jika harus berhutang, cermat dan berhati-hatilah!
9. Kreatiflah menggandakan uangmu dengan wirausaha
10. Jangan lupa sedekah!
 

MAMIK STORY